KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR PELAJARAN ILMU LISTRIK DENGAN SIKAP HEMAT ENERGI LISTRIK DI RUMAH TANGGA PADA SISWA SMK




ERNA SELVIYANTI

5215080282

Universitas Negeri Jakarta

S1 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK. Di samping itu juga untuk mengetahui besar koefisien determinasi hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik terhadapa sikap energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK.Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu hasil belajar pelajaran Ilmu listrik sebagai variabel bebas dan sikap hemat energi listrik dirumah tangga sebagai variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan jenis korelasional dan metode pengambilan sampel yang digunakan cluster sampling. Adapun jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 orang siswa dari seluruh kelas satu program studi listrik instalasi.

Dalam penelitrian ini ada dua data yaitu data hasil pelajaran Ilmu Listrik berupa data sekunder yaitu data yang diambil dari rata-rata nilai evaluasi hasil belajar tiap catur wulan, dan data sikap hemat energi listrik di rumah tangga di dapat dari pemberian kuesioner pada siswa, kuesioner tersebut berupa instrumen skala sikap tipe likert sebanyak 40 butir pertanyaan dengan rentang skor 1 sampai 5. Koefisien realibitas instrumen ini dihitung dengan metode analisis varians tiap item menggunakan rumus alfa cronbach, di dapat harga 0,825 saat uji coba, setelah dilakukan analisis item dengan model ”Croterion of Internal Consistenci”, di dapat 30 butir pernyataan skala sikap untuk penelitian. Koefisien realibitas saat penelitian 0,888.

Pengujian normalitas data, menggunakan uji Kolmogorov Smirnov pada data hasil belajar pelajaran ilmu listrik diperoleh A maksimum 0,148 dan instrumen skala sikap 0,105 semua nilai tersebut berada dibawah harga D tabel, yaitu 0,192 pada D (0,05)(50), berarti semua populasi berdistribusi normal. Besarnya koefisien korelasi dihitung dengan Product Moment dan diperoleh harga 0,469 dan besar koefisien determinasi adalah 22%. Pengujian keberartian koefisien korelasi dengan perhitungan uji-t signifikansi α=0,05. Dari hasil tersebut ternyata hipotesis nol yang menyatakan tidak ada hubungan yang positif antara hasil belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga di tolak pada α=0,05. Artinya terdapat suatu hubungan berbanding lurus antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa smk, hal ini peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran ilmu listrik akan diikuti oleh peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran ilmu listrik akan diikuti oleh peningkatan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa smk kearah yang positif.



Latar Belakang


Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang penting dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. Segala bentuk upaya dalam kehidupan manusia berkembang melalui proses pendidikan. Bukti yang dapat kita peroleh bahwa pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting yaitu dengan dirumuskannya tujuan pendidikan nasional dalam Garis Garis besar haluan Negara tahun 1993.Kegiatan pendidikan adalah kegiatan

mencapai manusia Indonesia yang memiliki karakteristik seperti dijelaskan pada rumusan tujuan pendidikan nasional. Belajar merupakan kegiatan yang tidak lepas dari kehidupan manusia.

Pelajaran Ilmu listrik merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan yang bertujuan agar siswa mampu menggunakan konsep ilmu listrik untuk meganalisis rangkaian listrik. Siswa smk setelah mengikuti pelajaran Ilmu Listrik diharapkan selain dapat menyelesaikan persoalan tentang kelistrikan dalam kontek belajar mengajar disekolah juga harus dapat cepat tanggap terhadap fenomenakelistrikan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pemakaian energy listrik di rumah tangga, dapat diilustrasikan dengan sikap siswa dapat memilih peralatan listrik yang lebih hemat dalam mengkonsumsi energy listrik dengan didasari oleh pengetahuan yang didapat dari belajar pelajaran ilmu listrik.

belajar mengajar yang berlangsung didalam kelas. Dua kegiatan tersebut yaitu kegiatan belajar mengajar ditujukan untuk dapat dari pelajaran ilmu listrik.

Program penghematan energy sangat perlu mengikutsertakan semua lapisan masyarakat dan golongan dengan dilakukan secara terus menerus, kesadaran dan budaya hemat energy pada setiap anggota masyarakat dan para pelaku bisnis atau industry menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Energi listrik merupakan salah satu energy sekunder, karena keberadaan energy listrik berasal dari energy lain yang di ubah melalui proses teknologi yang dihasilkan oleh pembangkit-pembangkit tenaga listrik . seperti ; PLTA, PLTG, PLTD, PLTN, PLTPB dan lain-lain. Sektor listrik memegang peranan kunci bagi keseimbangan konsumsi energy di masa mendatang sebab pola konsumsi energy masyarakat semakin lama semakin bergeser ke listrik.

Selama periode 1980-1992 konsumsi listrik meningkat sebesar 13,7% per tahun atau sekitar 2 kali lebih cepat dari laju pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian bersikap hemat dalam pemakaian energy listrik berarti juga bersikap hemat energy secara umum, dengan menimbang pemakaian energi listrik digunakan di berbagai sector, misalnya: industry, rumah tangga, perkantoran, transportasi dan lain-lain.

Penghematan energy listrik dapat dilakukan melalui pendekatan langsung dengan para pengguna energi listrik itu sendiri. Para siswa disekolah merupakan salah satu komponen pengguna energy listrik seperti pada sector rumah tangga. Dengan demikian, kesadaran budaya hemat energy listrik semestinya sudah ditanamkan sedini mungkin kepada anak didik melalui jalur pendidikan sekolah dengan cara mengintegrasikan materi konservasi energi secara umum dan energy listrik secara khusus kedalam kurikulum Pendidikan Sekolah kejuruan Program studi Listrik Instalasi.

Di sekolah menegah Kejuruan (SMK) Program studi Listrik Instalasi, pembekalan materi tentang energi dituangkan dalam mata pelajaran Fisika dan Kimia, sedangkan pembahasan lebih khusus mengenai energi listrik beserta pengembangan dan pengapliasiannya terdapat dalam matapelajaran-matapelajaran tentang kelistrikan, satu diantaranya adalah mata pelajaran Ilmu Listrik yang diberikan pada catur wulan I,II, dan III. Mata pelajaran Ilmu Listrik adalah kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan.

Atas dasar itulah penulis ingin mengetahui sejauh mana hubungan antara hasil belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energy listrik pada siswa SMK? Oleh karena itu penulis mengambil judul :”Korelasi Antara Hasil Belajar Pelajaran Ilmu Listrik dengan Sikap Hemat Energi Listrik di Rumah Tangga pada siswa SMK”.


Permasalahan


Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Apakah terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energy listrik di rumah tangga pada siswa SMK?


Kajian Teoritik

Hakikat Hasil Belajar Pelajaran Ilmu Listrik

Pelajaran Ilmu listrik adalah salah satu mata pelajaran proram kejuruan merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan, sehingga pelajaran Ilmu listrik merupakan modal dasar bagi siswa program studi listrik instalasi untuk mempelajari mata pelajaran program kejuruan selanjutnya.

Hasil belajar pelajaran ilmu listrik adalah kemampuan yang dimiliki siswa berupa pengetahuan siswa tentang dasar kelistrikan, sikap tanggap siswa terhadap fenomena kelistrikan di lingkukngan sekittarnya dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan hal yang berkaitan dengann masalah kelistrikan.

Materi pelajaran ilmu listrik mencakup tentang ; (1) sumber arus listrik, (2) rangkaian arus searah, (3) elektrostatika, (4) rangkaian magnet, (5) induksi electromagnet, (6) rangkaian arus bolak balik, (7) rangkaian arus bolak balik 1 fasa, (8) daya dan perbaikan factor daya, (9) impedansi majemuk, (10) rangkaian fasa banyak.

Jika dikaitkan dengan konsep sikap hemat energy listrik sehari-hari dirumah tangga, sub pokok bahasan usaha, energy, daya, siswa smk program studi listrik Instalasi diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari denbgan bersikap hemat energy listrik di rumah tangga, seperti berikut:

  1. Selektif dalam pemilihan peralatan listrik.
  2. Mengatur dan merencanakan pemakaian peralatan listrik di rumah tangga
  3. Mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dari sumber listrik.
  4. Bertanggung jawab dan mengevaluasi pemaikaian energy listrik.

Pada sub pokok bahasan macam-macam sumber energy listrik dibahas tentang macam-macam sumber energy, anrtara lain;

  1. Elemen Elektro Kimia
  2. Akumulator

a. Akumulator Timbel

b. Akumulator Alkali

  1. Elemen kering
  2. Termo Elemen
  3. Solar sel
  4. Generator

a. Generaor AC

b. Generator DC

Hakikat Sikap Hemat Energi Listrik

Pengertian sikap menurut Thomas dan Znaniecki yang dikutip oleh Winamo Surakhmad dan Ellya Roose H.N adalah proses mental yang berlaku individual, yang menentukan respons-respons baik yang nyata ataupun yang potensial dari pada setiap orang yang berada dalam kehidupan sosial.

Hal ini dijelaskan pula oleh Sarlito Wirawan Sarwono bahwa sikap bersifat positif dan bersifat negatifSikap tidak dibawa sejak lahir , melainkan dipelajari dan dibentuk melalui pengalaman-pengalaman, karena sikap dipelajari m,aka sikap dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan disekitar individu yang bersangkutan pada saat-saat yang berbeda.

Sikap dapat terbentuk atau berubah melalui beberapa cara, antara lain ialah integrasi. Pembentuk sikap disini terjadi secara bertahap dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut. Seorang anggota keluarga sering mendengar atau melihat iklan layanan masyarakat berupa himbauan dari pemerintah unutuk senantiasa hemat energy, lalu sering membaca buku tentang kelistriuikan atau jika ia seorang siswa SMK Progranm Studi Listrik Instalasi akan mendapat pelajaran tentang kelistrikan. Setelah beberapa waktu maka dalam diri orang tersebut timbul sikap berhati-hati dalam pemakaian listrik sehari-hari. Ini berarti telah timbul sikap positif dalam dirinya.

Sehingga dikaitkan dengan sikap hemat energy listrik akan berupa usaha untuk menggunakan energi listrik secara hati-hati atas dasar kehendak sendiri dengan mempertimbangkan kondisi sumber energy saat ini dan masa yang akan dating.

Hemat menurut Prof sutan Muhammad Zam dan Prof. Dr. Jus badudu berarti ; irit, tidak boros memakai, teliti, penuh pertimbangan. Menghemat artinya memakai sesuatu secara penuh pertimbangan atau berhati-hati supaya tidak lekas habis atau rusak.

Sedangkan energy berarti tenaga atau kekuatan atau kapasitas untuk melakukan dan meghasilkan gerak. Adapun energy listrik adalah tenaga yang dihasilkan oleh listrik, dan listrik sendiri terjadi karena adanya perpindahan electron suatu atom ke atom lain dari suatu zat.

Penghematan Energy Listrik di Rumah Tangga

Dalam buku Panduan Teknik Konservasi Energi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertambangan dan energy tahun 1994, dijelaskan secara rinci langkah-langkah penghematan energy pada sector rumah tangga sebagai berikut:

  1. Penerangan
  2. Lemari Es
  3. Setrika Listrik
  4. Pompa air
  5. AC dan kipas angin
  6. Mesin Cuci
  7. Rice cooker

Metodologi Penelitian

Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah descriptip dan jenis studi korelasional, yaitu mencari hubungan antara hasil

belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energy listrik dirumah tangga. Untukmemperoleh data menggunakan data dalam penelitian ini menggunakan hasil evaluasi belajar tiap catur wulan pelajaran mata pelajaran Ilmu Listrik dan angket sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Variabel Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah disebutkan di atas, maka variable-variabel dalam penelitian ini adalah; Hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dan sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Sebagai variable terikat adalah sikap hemat energy listrik di rumah tangga siswa sedangkan variable bebasnya adalah hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik oleh siswa.

Hasil Penelitian

Variabel hasil belajar pelajaran ilmu listrik

Data tentang hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik merupakan data sekunder yang diambil dari nilai rata-rata siswa tiap catur wulan dan diperoleh hasil sebagai berikut;

1. Skor tertinggi 7,33 dan terendah 5,00.

2. Mean atau nilai rata-rata sebesar 5,797

3. Modus 5,51

4. Media atau nilai tengah sebesar 5,471

Simpangan baku sebesar 0,509.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energy listrik dirumah tangga, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Terdapat suatu hubungan berbanding lurus antara hasil belajar pelajaran ilmu listtrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK. Hal ini peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik akan diikuti oleh peningkatan sikap hemat energy listrik di rumah tangga kea rah yang positif.

Secara statistic berhasil dibuktikan terdapat hubungan antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listriuik dengan sikap hemat energy listrik di rumah tangga pada siswa SMK, namun peneliti sadar bahwa sikap hemat energi listrik di rumah tangga tidak hanya di pengaruhi oleh hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Listrik, melainkan hubungan dari masing-masing unsure sikap dan interaksi siswa dengan berbagai komponene yang mendukung sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Meskipun demikian, melalui penelitian ini setidaknya telah berhasil membuktikan bahwa hasil belajar peljaran Ilmu Listrik merupakan salahsatu factor yang mempengaruhi sikap hemat energy Listrik di rumah tangga pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan.


Kepustakaan

Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi, Cara-Cara Penghematan Energi di Rumah Tangga, Jakarta : 1995

Azwar, Saifudin, Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka, 1995

Willis, ratna, Teori-teori Belajar, Jakart : Erlangga, 1991

Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara,1996

Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, GBPP Program Studi Listrik Instalasi, Buku II, Jakarta : Depdikbud,1993

Kadir , Abdul, Energi, Sumber Daya, Inovasi, Tebaga Listrik dan Potensi Ekonomi, Jakarta : Universitas Indonesia,1995


Muhammad zam, Sutan dan Jus Badudu, kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Pustaka Sinar, 1996



Rabu, 03 Juni 2009

JOURNAL BAHASA INDONESIA M.NING ISKANDAR




















Vol.1, No.1, Mei 2009 ISSN: 1999-1908










PTKTE


JURNAL

PENELITIAN TINDAKAN KELASTEKNIK ELEKTRO


UNIVERSITAS NEGERI

JAKARTA

Hubungan Hasil Belajar Program Pengalaman Lapangan Dengan Minat Mahasiiwa Memilih Profesi Guru SMK

( Suatu Studi di Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ )

( Murniyati )



PEVOTE

Volume.1

No.1

Hal. 1-

Mei Thn I (2009)

ISSN: 1999-1908

Vol.1, No.1, Mei 2009 ISSN: 1999- 1908










PTKTE



JURNAL

PENELITIAN TINDAKAN KELASTEKNIK ELEKTRO


UNIVERSITASNEGERI
JAKARTA

PTKTE, Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Teknik Elektro UNJ adalah jurnal yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, sebagai media komunikasi untuk melaporkan hasil-hasil penelitian tindakan kelas ( PTK ) di sekolah menengah kejuruan atau yang sejenisnya. Terbit pertama pada bulan ini skaligus sebagai penampilan perdana kami di dunia perjurnalan. Tulisan dapat berupa pemikiran, hasil penelitian yang telah dilakukan oleh sang penulis dalam menyelesaikan tugas akhirna guna mendapatkan gelar sarjana pendidikan, atau tulisan ilmiah lainnya di bidang penelitian tindakan kelas ( PTK ) teknik elektro, seperti yang berasal dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan),

Jurnal PTKTE dikelola oleh Badan Pengelola yang terdiri atas:

Penanggung Jawab

ERNA SELVIYANTI

( 5215080282 )

Pemimpin Umum

M.NING ISKANDAR

( 5215083427)

Dewan Redaksi dan Penyunting

Ahmad Fariz

Fahmi Imansyah

Tendy cristianto

Administrasi

Amanda Philips

Staf Administrasi.

Alamat

Jurusan Teknik Elektro FT Universitas Negeri Jakarta

Gedung L, Kampus Rawamangun Jakarta Timur

Telp. 4712131 E-Mail: PTKTE@unj.ac.id



Vol.1, No.1, Mei 2009 ISSN: 1999- 1908








PTKTE



JURNAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

DAFTAR ISI

Hubungan Hasil Belajar Program Pengalaman Lapangan Dengan Minat Mahasiswa Memilih Profesi Guru SMK

(Murniyati)

1 - 10













Kata Pengantar

Jurnal PTKTE. Walaupun jurnal ini terbit untuk yang pertama kali, kami berupaya menyampaikan gagasan dalam penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan oleh MURNIYATI disni kami menyusunnya kembali dengan menanalisis skripsi penelitian yang elah beliau lakukan. Kami menyusun jurnal dengan menganalisis , serta menambahkan kekurangan yang ada. Pada edisi perdana ini kami mengambil pembahasan Hubungan Hasil Belajar Program Pengalaman Lapangan Dengan Mahasiswa Memilih Profesi Gugu SMK, adapun tujuan dari pembahasan masalah ini adalah mengetahui sejauh mana korelasi hubungan hasil belajar program pengalaman lapangan dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK apakah ada korelasi atau tidak, selain itu hal ini di tujukan agar mahasiswa yang telah melaksanakan PPL dapat berminat menjadi guru SMK sesuai dengan rujukan dari univesitas tersebut.

. Selamat membaca.

Redaksi PTKTE





ABSTRAK

Hubungan Hasil Belajar Program Pengalaman Lapangan ( PPL ) dengan Minat Mahasiswa Memilih Profesi Guru SMK

( Suatu Studi di Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ )

Murniyati

Di sunting oleh:

M.Ning Iskandar (5215083427)

Penelitian ini bertujuan untuk menetahui ada tidaknya hubungan positif antara hasil belajar Program Pengalaman Lapangan dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara hasil belajar dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK.

Penelitian ini dilakukan di jurusan Teknik Elektro FT-UNJ pada tahun ajaran 2002/2003 selama 3 bulan tepatnya pada bulan September-November 2002. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan metode ex post facto. Sampel sebanyak 40 mahasiswa diambil dari populasi sebanyak 70 mahasiswa (34 orang dari program studi listrik tenaga dan 36 orang dari program studi elektronika komunikasi ) dari angkatan 1997 sampai dengan angkatan 1998 yang telah melaksanakan dan lulus mata kuliah Program Pengalaman Lapangan ( PPL ). Data variable bebas ( hasil belajar PPL) merupakan nilai akhir dari ujian PPL yang didapatkan dari dokumen nilai UPT-PPL. Sedangkan data variable terikat ( minat mahasiswa memilih profesi guru SMK) diperoleh dengan menggunakan lembar kuisioner. Sebelum dilakukan pengumpulan data instrument diuji validitas dan reabilitasnya, reabilitas instrument didapatkan dengam menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson dengan besar r=0,84. Hal ini menunjukan bahwa instrument kuisioner yang digunakan reliable. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi Product Moment dari Pearson dengan beberapa pengujian sebelumnya, seperti uji normalitas dan uji linieritas regresi pada taraf signifikan ά = 0,05. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK, sehingga menjadi tambahan informasi bagi mereka yang mendalami dinia pendidikan.

Kata Kunci: PPL, Product Moment,,Guru SMK, Uji Normalitas, Uji Linieritas Regresi


A. PENDAHULUAN

Pembangunan pada dasarnya adalah suatu proses yang terjadi secara bertahap dan menyeluruh

Mencakup berbagai aspek kehidupan. Salah satu aspek pembangunan itu adalah pendidikan. Indonesia sebagia salah satu Negara yang berkembang saat ini sedang giat-giatnya membenahi system pendidikannya. Hal ini disebabkan pentingnya peranan pendidikan dalam suatu Negara. Melalui pendidikan suatu Negara dapat mewujudkan manusia-manusia yang berkualitas dan dapat diandalkan dimasa yang akan dating.

Banyak factor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah system pendidikan, salah satunya adalah guru. Peranan guru adalah sangan menentukan dalam pemecahan pendidikan dan salah satu factor penentu dalam proses belajar mengajar, bahkan hasil dari suatu proses pendidikan tergantung pada kemampuan tenaga-tenaga kependidikan atau guru yang menaganinya. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan seharusnya dimulai dari peningkatan mutu tenaga kependidikan itu sendiri.

Dalam kaitan ini, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta ( IKIP JAKARTA ) merupakan salah satu lembaga yang mempunyai tugas utama membina dan mengembangkan ilmu pendidikan serta membina dan mendidik guru berbagai bidang studi atau mata pelajaran untuk berbagai jenjang dan jenis pendidikan serta tenaga kependidikan.

Namun kini bedasarkan Kepres 093 / 1999 tanggal 4 agustus 1999 IKIP Jakarata telah berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Walaupun telah berubah menjadi Universitas, dalam salah satu misinya UNJ masih menghasilkan tenaga akademik dan/atau professional yang bertanggung jawab dan mandiri, di bidang pendidikan dan nonkependidikan guna menghadapi tantangan di masa depan.

Salah satu program yang diterapkan UNJ kepada mahasiswa untuk mewujudkan salah satu misinya di atas adalah dengan mewajibkan setiap mahasiswa untuk menjalankan praktik kerja yaitu Prigram Pengalam Lapangan (PPL) dan Praktik Industri, OLK, Magang yang pada intinya sama hanya beda istilah saja disesuaikan dengan disiplin ilmu yang ada di Universitas Negeri Jakarta.

Membentuk tenaga kependidikan bukanlah suatu pekerjaan yang ringan, karena seseorang yang dibina/dididik untuk menjadi guru dan suatu saat memilih profesi guru, haruslah memiliki pengetahuan mengenai pelajaran yang akan diajarkan itu, selain itu harus memiliki pengetahuan tentang psikologi, ilmu mendidik, pengetahuan tentang metodologis mengajar, teknologi pendidikan serta harus pula memiliki watak dan tingkah laku yang patut diteladani.

Namun saat ini, jarang sekali mahasiswa yang telah diterima di UNJ nantinya serius memilih profesi sebagai giru. Hal ini disebabkan karena adanya dua peluang bagi setiap mahasiwa untuk dapat memilih pekerjaan, apakah dibidang pendidikan atau dibidang nonkependidikan. Oleh sebab itu akan dicoba diteliti khususnya hanya di jurusan Teknik Elektro FT UNJ mengenai minat mahasiswa memilih profesi guru SMK Jurusan Listrik bedasarkan hasil dari program pengalaman lapangan(PPL).

Identifikasi Masalah

Bedasarkan uraian diatas, maka timbul beberapa masalah yaitu:

1. Apakah misi yang dicanangkan oleh Universitas Negeri Jakarta telah berhasil dicapai ?

2. Apakah mahasiswa yang diterima di UNJ selruhnya berminat dan siap dididik menjadi tenaga kependidikan yang professional ?

3. Apakah lulusan dari UNJ siap terjun ke tengah masyarakat untuk mengabdi sebagai tenaga kependidikan yang professional ?

4. Apakah Program Pengalaman Lapangan yang dicanagkan UNJ mampu mempengaruhi minat mahasiswa Teknik Elektro FT UNJ untuk memilih profesi guru SMK ?

5. Apakah hasil belajar PPL yang tinggi mempunyai hubungan terhadap minat mahasiswa Teknik Elektro FT UNJ untuk memilih profesi guru SMK Jurusan Teknik Elektro ?

Pembatasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini hanya dibatasi pada hubungan hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa Teknik Elektro FT UNJ memilih profei guru SMK Jurusan Teknik Elektro.


Perumusan Masalah

Bedasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang telah diuraikan diatas, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini dirumiskan sebagai berikut:

“ Apakah ada hubungan positif antara hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa Teknik Elektro FT UNJ memilih profesi guru SMK Jurusan Teknik Elektro ?”

Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan mendapatkan jawaban dari masalah yang dikemukakan di atas. Dari jawaban itu diharapkan terungkap informasi tentang hubungan hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK Jurusan Teknik Elektro FT UNJ.

B. PEMBAHASAN

Seperti yang dikatakan Koentjronigrat bahwa manusia mempunyai bakat yang terkandung dalam gennya untuk mengembangkan berbagai macam

perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi dalam kepribadian Individunya,

tetapi wujud dan pengaktifan dari berbagai macam kepribadiannya itu

sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimulus yang berada didalam

sektor alam dan lingkungan social budaya 1.

Dari uraian diatas, dapat diambil pengertian bahwa pada diri manusia dalam hidupnya mengalami berbagai macam perasaan antara lain kegembiraan, kesedihan, kebahagian, cinta kasih, rasa berdosa, jengkel, cemburu, dan sebagainya. Selain itu manusia mempunyai keinginan-keinginan yang timbul pada dirinya. Keinginan-keinginan itu dipengaruhi oleh rangsangan dari keadaan lingkungan sekitarnya, seperti minat untuk untuk memeperoleh pengetahuan baru, minat belajar untuk [1]

memeperoleh prestasi yang tinggi dan lain-lainnya.

Minat dalam Kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai penelitian , kesukaan ( kecenderungan hati ) kepada sesuatu2. Sementara itu , selain itu dalam buku pengantar psikologi, Usman Effendi dan Juhaya mengatakan bahwa minat yang memusatkan kegiatan mental dan perhatian terhadap suatu objek yang banyak sangkut pautnya dengan keadaan diri individu3.

1. Deskripsi Data

1.1 Data Hasil Belajar PPL

Data hasil belajar PPL merupakan data sekunder yaitu data yang didapatkan dari dokumen nilai yang ada di jurusan Teknik Elektro FT UNJ untuk mahasiswa angkatan 1997-1998 yang diperoleh dari hasil ujian PPL yang di uji oleh dosen pembimbing dan guru pamong sekolah yang bersangkutan. Dari data yang diterima diperoleh data dengan skor terendah 71 dan skor tertinggi 100.

Dari data ang terkumpul diperoleh rentang nilai 29, nilai rata-rata sebesar 90, variansi sebasar 37,35 dan simpangan baku sebesar 6,1. Batas atas dan batas bawah serta frekuensi absolute dan relatifnya dapat dilihat pada tabel 5 sedangkan perhitungan modus, median, dan simpangan baku dapat dilihat dalam lampiran 8, mengigat keterbatasan halaman yang dapat dtampilkan maka lampiran tersebut tidak dapat kami tampilkan, untuk histogram frekuensi dapat dilihat dalam gambar 1.


Tabel 5.Distribusi Frekuensi Variabel X


No

Kelas Interval

Batas

Nilai Tengah

Frekuensi

Bawah

Atas

Absolut

Relatif %

1

68-73

67,5

73,5

70,5

1

2,5

2

74-79

73,5

79,5

76,5

2

5

3

80-85

79,5

85,5

82,5

4

10

4

86-91

85,5

91,5

88,5

13

32,5

5

92-97

91,5

97,5

94,5

19

47,5

6

98-103

98,5

103,5

100,5

1

2,5


Jumlah




40

100 %


Gambar 1 histogram frekuensi hasil belajar PPL( terlampir)

1.2 Data Minat Mahasiswa Memilih Profesi Guru SMK.

Data minat mahasiswa memilih profesi guru SMK diperoleh melalui pengujian kuesioner dengan penilaian menggunakan skala Lilicert oleh 40 responden. Dari hasil pengumpulan data terhadap minat mahasiswa memilih profesi guru SMK ternyata memiliki hasil yang bervariasi, yaitu diperoleh data dengan skor terendah 63 dan skor tertinggi 86 (setelah data dikonversi ke skala 100).

Dari data yang terkumpul diperoleh rentang nilai 23, nilai rata-rata 77, variansi sebesar 34,22, dan simpangan baku 6, sedangkan untuk perhitungan mean, median dan modus sperti pada pemberitahuan sebelumnya( tidak dapat kami tampilkan, lampiran 9 )

Tabel 6.Distribusi Frekuensi Variabel Y


No

Kelas Interval

Batas

Nilai Tengah

Frekuensi

Atas

Bawah

Absolut

Relatif %

1

60-64

64,5

59,5

62

1

2,5

2

65-69

69,5

64,5

67

5

12,5

3

70-74

74,5

69,5

72

7

17,5

4

75-79

79,5

74,5

77

11

27,5

5

80-84

84,5

79,5

82

15

37,5

6

85-89

89,5

84,5

87

1

2,5


Jumlah




40

100%


Gambar 2 Histogram Minat Mahasiswa Memilih Profesi Guru SMK

( terlampir)

2. Pengujian Persyaratan Analisis

Setelah melekukan uji hipotesis data, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data sebagai berikut:

2.1 Uji Normalitas dengan Uji LIliefors

Pengujian normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal/tidak. Pengujian dilakukan terhadap variable minat mahasiswa memilih profesi guru SMK dengan jumlah sampel 40 mahasiswa.

Teknik pengujian dilakukan dengan menggunakan uji Liliefors dengan taraf signifikan ά = 0,05, criteria pengujian sebagai berikut:menerima HO, jika nilai perhitungan lebih kecil daripada nilai tabel dan menolak HO, jika nilai perhitungan lebih besar daripada nilai tabel.

Melalui uji normalitas Lliefors diperoleh LO= 0,10 sedangkan angka kritik tabel pada taraf signifikan 5% ( ά 0,05 ) dengan n sebanyak 40 sebesar 0 ( perhitungan pada lampiran 11 ).

Jadi hasil pengujian normalitas variable Y dapat dituliskan sebagai berikut



Tabel 7.Hasil Uji Normalitas Minat Mahasiswa Memilih Profesi Guru SMK.

Variabel

n

LO

Lt

Kesimpulan

Minat Mahasiswa Memilih Profesi Guru SMK

40

0,13

0,14

LO

LT Maka

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, artinya data variable minat mahasiswa memilih profesi guru SMK berdistribusi normal.

2.2 Uji Linieritas Regresi

Pengujian Linieritas regresi dimaksudkan untuk memperkirakan bentuk hubungan yang terjadi antara variable X dan variable Y. Hasil perhitungan regresi sederhana diperoleh melalui persamaan sebagai berikut:


(Perhitungan dapat dilihat pada lampiran 12 )

Dari persamaan daitas jika digambarkan diagram pancarnya menyatakan bahwa antara variable X dan variable Y berbanding lurus. Dan hasil pengujian data diperoleh FHITUNG sebesar 0,52 dan FTABEL sebesar 2,10 ( perhitungan dan grafik regresi linier dapat dilihat pada lampiran 13 dan 18, sehingga

. Denagn demikian HO diterima berarti persamaan berbentuk linier.

3. aAnalisis Data

Untuk menguji hipotesis yang telah diajukan, digunakan analisis korelasi sedrhana. Adapun analisis tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui harga koefisien korelasi antara variable bebas yaitu hasil belajar PPL dengan variable terikat yaitu minat mahasiswa memilih profesi guru SMK. Analisis korelasi sederhana digunakan pula untuk mengetahui besarnya koefisien korelasi antara variable.

Untuk menghitung harga koefisien digunakan rumus Product Moment dari Kall Pearson. Dari hasil analisis korelasi Product Moment antara hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK didapat koefisien korelasinya sebesar 0,67 (perhitungan pada lampiran 16), sehingga dapat disimpulkan hubungan antara kedua variable cukup/sedang,artinya hasil belajar PPL hanya memberikan kontribusi sebesar 30,44% terhadap minat mahasiswa memilih profesi guru SMK.

4. PPengujian Hipotesis

Setelah persyaratan analisis data teruji maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis dengan uji-t berdasarkan perhitungan diperoleh thitung =5,58 dan ttabel 1,68 dengan dk = n-2.

Korelasi thitung lebih besar dari ttabel maka tolak HO, hal ini berari hasil pengujian tersebut menunjukan adanya hubungan antara variable X dan variable Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK.

5. IInterprestasi Data

Dari hasil pengujian data diatas dapat disimpulkan bahwaada hubugan antara hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK.

Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa hasil belajar PPL bukan secara kebetulan memiliki hubungan yang positif dengan minat mahasiswa memilih profesi guru SMK, melainkan didasarkan atas analisa stastistik yang menguji hubungan variable X dan variable Y pada taraf ά = 0,05 dan persamaan regresi .

Pengujian hipotesis yang

dilakukan dengan rumus

Product Moment dari Pearson

diperoleh rxy sebesar 0,6.

Setelah dilakukan uji kebenaran

korelasi diperoleh thitung ( 5,58 )

≥ ttabel = ( 1.68 ).

Bedasarkan nilai diatas, maka dapat diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan antara hasil belajar PPL denagn minat mahasiswa memilih profesi guru SMK.

6. Kelemahan Penelitian

Penelitian ini dapat membuktikan hipotesis hasil, walaupun demikian dalam penelitian ini masih terdapat kelemahan –kelemahan. Akan tetapi penelitian ini telah menguji secara implicit bahwa hasil belajar PPL memiliki hubugan positif dengan minat mahasiswa memilih profei guru SMK. Hal-hal lain yang dapat diidentifikasi sebagai kelemahan ini adalah:

1. Data hasil belajat PPL yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diambil bedasarkan dokumen dari jurusan Teknik Eelktro, sehingga tidak dapat diukur apakah instrument yang mengukur hasil belajar PPL reliable atau tidak.

2. Jumlah sampel yang diambil sedikit karena keterbatasan waktu dan dana.

C. PENUTUP

1. Kesimpulan

Bedasarkan pengujian hipotesis dan interpretasi hasil pengujian hipotesis penelitian, dapat disimpulkan bahwa tedapat hubungan yang positif antara hasil belajar PPL dengan minat mahasiswa untuk memilih profesi guru SMK. Hubungan bersifat postif karena pergerakan kedua variable berjalan kearah yang bersamaan, bertambah hasil belajar PPL akan bertambah pula minat untuk memilih profesi guru SMK.

Dengan menggunakan analisa korelasi Product Moment, didapat koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,67 yang berarti hubungan tersebut cukup atau sedang, artinya kontribusi hasil belajar PPL terhadap minat mahasiswa memilih profesi guru SMK sebesar 38,44% dan hanyalah salah satu factor penyebab terhadap minat mahasiswa memilih profesi guru SMK, masih ada factor-faktor lain yang perlu diperhatikan seperti kesempatan, jabatan, materi dan lain-lain.

Saran

Untuk penulis:

a. Sebaiknya perhatikan penggunaan EYD pada penulisan skripsi yang telah dihasilkan karena masih banyak kalimat dan kata-kata yang tidak dan kurang menggunakan EYD.

b. Tinjauan pustaka yang terdapat di skripsi yang dihasilkan kurang banyak sehingga terkadang kurang begitu jelas.

c. Penulisan abstak juga kurang di ringkas sehingga pembaca sedikit sulit memahami maksud isi skripsi tersebut

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsmi, 1986, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bina Aksara.

Arikunto, Suharsmi, 1998, Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

B.Simanjuntak,1989, Psikologi Pendidikan. Bandung: Tarsito.

Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1990.

Efeendi, Usman dan Juhaya S.Praja, Pengantar Psikologi, Bandung: Angkasa, 1985.

Poerwadarminta, W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1997



[1] [1] Koenjraningrat, Pengantar Psikologi Pendidikan, ( Jakarta : Angkasa Baru, 1985 ), h.278.

2 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, ( Jakarta : Balai Pustaka, 1987 ), h.650

3 Usman Efendi dan Juhaya S.Praja, Pengantar Psikologi, ( Bandung : Angkasa, 1985 ), h.69.



DIPOSTKAN OLEH M.NING ISKANDAR ( 5215083427 ) AT JUNE, 03 2009