KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR PELAJARAN ILMU LISTRIK DENGAN SIKAP HEMAT ENERGI LISTRIK DI RUMAH TANGGA PADA SISWA SMK




ERNA SELVIYANTI

5215080282

Universitas Negeri Jakarta

S1 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK. Di samping itu juga untuk mengetahui besar koefisien determinasi hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik terhadapa sikap energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK.Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu hasil belajar pelajaran Ilmu listrik sebagai variabel bebas dan sikap hemat energi listrik dirumah tangga sebagai variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan jenis korelasional dan metode pengambilan sampel yang digunakan cluster sampling. Adapun jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 orang siswa dari seluruh kelas satu program studi listrik instalasi.

Dalam penelitrian ini ada dua data yaitu data hasil pelajaran Ilmu Listrik berupa data sekunder yaitu data yang diambil dari rata-rata nilai evaluasi hasil belajar tiap catur wulan, dan data sikap hemat energi listrik di rumah tangga di dapat dari pemberian kuesioner pada siswa, kuesioner tersebut berupa instrumen skala sikap tipe likert sebanyak 40 butir pertanyaan dengan rentang skor 1 sampai 5. Koefisien realibitas instrumen ini dihitung dengan metode analisis varians tiap item menggunakan rumus alfa cronbach, di dapat harga 0,825 saat uji coba, setelah dilakukan analisis item dengan model ”Croterion of Internal Consistenci”, di dapat 30 butir pernyataan skala sikap untuk penelitian. Koefisien realibitas saat penelitian 0,888.

Pengujian normalitas data, menggunakan uji Kolmogorov Smirnov pada data hasil belajar pelajaran ilmu listrik diperoleh A maksimum 0,148 dan instrumen skala sikap 0,105 semua nilai tersebut berada dibawah harga D tabel, yaitu 0,192 pada D (0,05)(50), berarti semua populasi berdistribusi normal. Besarnya koefisien korelasi dihitung dengan Product Moment dan diperoleh harga 0,469 dan besar koefisien determinasi adalah 22%. Pengujian keberartian koefisien korelasi dengan perhitungan uji-t signifikansi α=0,05. Dari hasil tersebut ternyata hipotesis nol yang menyatakan tidak ada hubungan yang positif antara hasil belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga di tolak pada α=0,05. Artinya terdapat suatu hubungan berbanding lurus antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa smk, hal ini peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran ilmu listrik akan diikuti oleh peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran ilmu listrik akan diikuti oleh peningkatan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa smk kearah yang positif.



Latar Belakang


Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang penting dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. Segala bentuk upaya dalam kehidupan manusia berkembang melalui proses pendidikan. Bukti yang dapat kita peroleh bahwa pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting yaitu dengan dirumuskannya tujuan pendidikan nasional dalam Garis Garis besar haluan Negara tahun 1993.Kegiatan pendidikan adalah kegiatan

mencapai manusia Indonesia yang memiliki karakteristik seperti dijelaskan pada rumusan tujuan pendidikan nasional. Belajar merupakan kegiatan yang tidak lepas dari kehidupan manusia.

Pelajaran Ilmu listrik merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan yang bertujuan agar siswa mampu menggunakan konsep ilmu listrik untuk meganalisis rangkaian listrik. Siswa smk setelah mengikuti pelajaran Ilmu Listrik diharapkan selain dapat menyelesaikan persoalan tentang kelistrikan dalam kontek belajar mengajar disekolah juga harus dapat cepat tanggap terhadap fenomenakelistrikan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pemakaian energy listrik di rumah tangga, dapat diilustrasikan dengan sikap siswa dapat memilih peralatan listrik yang lebih hemat dalam mengkonsumsi energy listrik dengan didasari oleh pengetahuan yang didapat dari belajar pelajaran ilmu listrik.

belajar mengajar yang berlangsung didalam kelas. Dua kegiatan tersebut yaitu kegiatan belajar mengajar ditujukan untuk dapat dari pelajaran ilmu listrik.

Program penghematan energy sangat perlu mengikutsertakan semua lapisan masyarakat dan golongan dengan dilakukan secara terus menerus, kesadaran dan budaya hemat energy pada setiap anggota masyarakat dan para pelaku bisnis atau industry menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Energi listrik merupakan salah satu energy sekunder, karena keberadaan energy listrik berasal dari energy lain yang di ubah melalui proses teknologi yang dihasilkan oleh pembangkit-pembangkit tenaga listrik . seperti ; PLTA, PLTG, PLTD, PLTN, PLTPB dan lain-lain. Sektor listrik memegang peranan kunci bagi keseimbangan konsumsi energy di masa mendatang sebab pola konsumsi energy masyarakat semakin lama semakin bergeser ke listrik.

Selama periode 1980-1992 konsumsi listrik meningkat sebesar 13,7% per tahun atau sekitar 2 kali lebih cepat dari laju pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian bersikap hemat dalam pemakaian energy listrik berarti juga bersikap hemat energy secara umum, dengan menimbang pemakaian energi listrik digunakan di berbagai sector, misalnya: industry, rumah tangga, perkantoran, transportasi dan lain-lain.

Penghematan energy listrik dapat dilakukan melalui pendekatan langsung dengan para pengguna energi listrik itu sendiri. Para siswa disekolah merupakan salah satu komponen pengguna energy listrik seperti pada sector rumah tangga. Dengan demikian, kesadaran budaya hemat energy listrik semestinya sudah ditanamkan sedini mungkin kepada anak didik melalui jalur pendidikan sekolah dengan cara mengintegrasikan materi konservasi energi secara umum dan energy listrik secara khusus kedalam kurikulum Pendidikan Sekolah kejuruan Program studi Listrik Instalasi.

Di sekolah menegah Kejuruan (SMK) Program studi Listrik Instalasi, pembekalan materi tentang energi dituangkan dalam mata pelajaran Fisika dan Kimia, sedangkan pembahasan lebih khusus mengenai energi listrik beserta pengembangan dan pengapliasiannya terdapat dalam matapelajaran-matapelajaran tentang kelistrikan, satu diantaranya adalah mata pelajaran Ilmu Listrik yang diberikan pada catur wulan I,II, dan III. Mata pelajaran Ilmu Listrik adalah kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan.

Atas dasar itulah penulis ingin mengetahui sejauh mana hubungan antara hasil belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energy listrik pada siswa SMK? Oleh karena itu penulis mengambil judul :”Korelasi Antara Hasil Belajar Pelajaran Ilmu Listrik dengan Sikap Hemat Energi Listrik di Rumah Tangga pada siswa SMK”.


Permasalahan


Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Apakah terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energy listrik di rumah tangga pada siswa SMK?


Kajian Teoritik

Hakikat Hasil Belajar Pelajaran Ilmu Listrik

Pelajaran Ilmu listrik adalah salah satu mata pelajaran proram kejuruan merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan, sehingga pelajaran Ilmu listrik merupakan modal dasar bagi siswa program studi listrik instalasi untuk mempelajari mata pelajaran program kejuruan selanjutnya.

Hasil belajar pelajaran ilmu listrik adalah kemampuan yang dimiliki siswa berupa pengetahuan siswa tentang dasar kelistrikan, sikap tanggap siswa terhadap fenomena kelistrikan di lingkukngan sekittarnya dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan hal yang berkaitan dengann masalah kelistrikan.

Materi pelajaran ilmu listrik mencakup tentang ; (1) sumber arus listrik, (2) rangkaian arus searah, (3) elektrostatika, (4) rangkaian magnet, (5) induksi electromagnet, (6) rangkaian arus bolak balik, (7) rangkaian arus bolak balik 1 fasa, (8) daya dan perbaikan factor daya, (9) impedansi majemuk, (10) rangkaian fasa banyak.

Jika dikaitkan dengan konsep sikap hemat energy listrik sehari-hari dirumah tangga, sub pokok bahasan usaha, energy, daya, siswa smk program studi listrik Instalasi diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari denbgan bersikap hemat energy listrik di rumah tangga, seperti berikut:

  1. Selektif dalam pemilihan peralatan listrik.
  2. Mengatur dan merencanakan pemakaian peralatan listrik di rumah tangga
  3. Mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dari sumber listrik.
  4. Bertanggung jawab dan mengevaluasi pemaikaian energy listrik.

Pada sub pokok bahasan macam-macam sumber energy listrik dibahas tentang macam-macam sumber energy, anrtara lain;

  1. Elemen Elektro Kimia
  2. Akumulator

a. Akumulator Timbel

b. Akumulator Alkali

  1. Elemen kering
  2. Termo Elemen
  3. Solar sel
  4. Generator

a. Generaor AC

b. Generator DC

Hakikat Sikap Hemat Energi Listrik

Pengertian sikap menurut Thomas dan Znaniecki yang dikutip oleh Winamo Surakhmad dan Ellya Roose H.N adalah proses mental yang berlaku individual, yang menentukan respons-respons baik yang nyata ataupun yang potensial dari pada setiap orang yang berada dalam kehidupan sosial.

Hal ini dijelaskan pula oleh Sarlito Wirawan Sarwono bahwa sikap bersifat positif dan bersifat negatifSikap tidak dibawa sejak lahir , melainkan dipelajari dan dibentuk melalui pengalaman-pengalaman, karena sikap dipelajari m,aka sikap dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan disekitar individu yang bersangkutan pada saat-saat yang berbeda.

Sikap dapat terbentuk atau berubah melalui beberapa cara, antara lain ialah integrasi. Pembentuk sikap disini terjadi secara bertahap dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut. Seorang anggota keluarga sering mendengar atau melihat iklan layanan masyarakat berupa himbauan dari pemerintah unutuk senantiasa hemat energy, lalu sering membaca buku tentang kelistriuikan atau jika ia seorang siswa SMK Progranm Studi Listrik Instalasi akan mendapat pelajaran tentang kelistrikan. Setelah beberapa waktu maka dalam diri orang tersebut timbul sikap berhati-hati dalam pemakaian listrik sehari-hari. Ini berarti telah timbul sikap positif dalam dirinya.

Sehingga dikaitkan dengan sikap hemat energy listrik akan berupa usaha untuk menggunakan energi listrik secara hati-hati atas dasar kehendak sendiri dengan mempertimbangkan kondisi sumber energy saat ini dan masa yang akan dating.

Hemat menurut Prof sutan Muhammad Zam dan Prof. Dr. Jus badudu berarti ; irit, tidak boros memakai, teliti, penuh pertimbangan. Menghemat artinya memakai sesuatu secara penuh pertimbangan atau berhati-hati supaya tidak lekas habis atau rusak.

Sedangkan energy berarti tenaga atau kekuatan atau kapasitas untuk melakukan dan meghasilkan gerak. Adapun energy listrik adalah tenaga yang dihasilkan oleh listrik, dan listrik sendiri terjadi karena adanya perpindahan electron suatu atom ke atom lain dari suatu zat.

Penghematan Energy Listrik di Rumah Tangga

Dalam buku Panduan Teknik Konservasi Energi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertambangan dan energy tahun 1994, dijelaskan secara rinci langkah-langkah penghematan energy pada sector rumah tangga sebagai berikut:

  1. Penerangan
  2. Lemari Es
  3. Setrika Listrik
  4. Pompa air
  5. AC dan kipas angin
  6. Mesin Cuci
  7. Rice cooker

Metodologi Penelitian

Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah descriptip dan jenis studi korelasional, yaitu mencari hubungan antara hasil

belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energy listrik dirumah tangga. Untukmemperoleh data menggunakan data dalam penelitian ini menggunakan hasil evaluasi belajar tiap catur wulan pelajaran mata pelajaran Ilmu Listrik dan angket sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Variabel Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah disebutkan di atas, maka variable-variabel dalam penelitian ini adalah; Hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dan sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Sebagai variable terikat adalah sikap hemat energy listrik di rumah tangga siswa sedangkan variable bebasnya adalah hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik oleh siswa.

Hasil Penelitian

Variabel hasil belajar pelajaran ilmu listrik

Data tentang hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik merupakan data sekunder yang diambil dari nilai rata-rata siswa tiap catur wulan dan diperoleh hasil sebagai berikut;

1. Skor tertinggi 7,33 dan terendah 5,00.

2. Mean atau nilai rata-rata sebesar 5,797

3. Modus 5,51

4. Media atau nilai tengah sebesar 5,471

Simpangan baku sebesar 0,509.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energy listrik dirumah tangga, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Terdapat suatu hubungan berbanding lurus antara hasil belajar pelajaran ilmu listtrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK. Hal ini peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik akan diikuti oleh peningkatan sikap hemat energy listrik di rumah tangga kea rah yang positif.

Secara statistic berhasil dibuktikan terdapat hubungan antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listriuik dengan sikap hemat energy listrik di rumah tangga pada siswa SMK, namun peneliti sadar bahwa sikap hemat energi listrik di rumah tangga tidak hanya di pengaruhi oleh hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Listrik, melainkan hubungan dari masing-masing unsure sikap dan interaksi siswa dengan berbagai komponene yang mendukung sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Meskipun demikian, melalui penelitian ini setidaknya telah berhasil membuktikan bahwa hasil belajar peljaran Ilmu Listrik merupakan salahsatu factor yang mempengaruhi sikap hemat energy Listrik di rumah tangga pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan.


Kepustakaan

Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi, Cara-Cara Penghematan Energi di Rumah Tangga, Jakarta : 1995

Azwar, Saifudin, Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka, 1995

Willis, ratna, Teori-teori Belajar, Jakart : Erlangga, 1991

Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara,1996

Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, GBPP Program Studi Listrik Instalasi, Buku II, Jakarta : Depdikbud,1993

Kadir , Abdul, Energi, Sumber Daya, Inovasi, Tebaga Listrik dan Potensi Ekonomi, Jakarta : Universitas Indonesia,1995


Muhammad zam, Sutan dan Jus Badudu, kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Pustaka Sinar, 1996



Sabtu, 14 Maret 2009

TUGAS 1 BI ISKANDAR

TUGAS BAHASA INDONESIA 1
PENDATA KEHADIRAN SISWA DENGAN SENSOR MODUL KARTU
DAFTAR ISI


ABSTRAK…………………………………………………………………………………………………. i
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI……………………………………………………………….. ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………. iii
DATFAR ISI……………………………………………………………………………………………….. iv
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………………….. viii
DAFTAR TABEL………………………………………………………………………………………….. ix
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………………………………… x
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Maslah…………………………………………………………………. 1
B.Identifikasi Maslah……………………………………………………………………….. 5
C.Pembatasan Masalah……………………………………………………………………. 6
D.Perumusan Masalah…………………………………………………………………….. 6
E.Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………… 7
F.Manfaat Penelitian………………………………………………………………………… 7
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA BERFIKIR
A.Kajian Teoritis……………………………………………………………………………….. 8
1. Pendata Kehadiran Siswa…………………………………………………………… 8
2. Rangkain Sensor Modul Kartu…………………………………………………….. 9
a. Optocoupler…………………………………………………………………………….. 10
b. Buffer 74244……………………………………………………………………………. 13
2. Rangkaian Interface…………………………………………………………………….. 15
a. PPI 8255…………………………………………………………………………………. 15
b. Pengalamatan Port I/O…………………………………………………………… 19
c. IC 74688 sebagai Dekode Alamat…………………………………………….. 21
3. Bahasa Pemrograman Visual Basic……………………………………………… 22
a. Microsoft Visual Basic 6.0……………………………………………………….. 23
b. Prosedur Pembuatan Program………………………………………………… 24
c. Event Driven dan Kontrol Visual Basic……………………………………… 24
d. Kontrol Data ADO……………………………………………………………………. 25
e. Database…………………………………………………………………………………. 27
f. Data Report………………………………………………………………………………. 28
B. Kerangka Berfikir…………………………………………………………………………… 30
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.Tujuan Penelitian………………………………………………………………………… 34
B.Tempat dan Waktu Penelitian…………………………………………………….. 34
C.Metode Penelitian………………………………………………………………………. 34
D.Instrumen Penelitian…………………………………………………………………… 34
E.Pelaksanaan Penelitian………………………………………………………………… 35

1. Proses Pembuatan Program…………………………………………………….. 35
a. Pembuatan Database………………………………………………………….. 35
b.Langkah Kerja Alat……………………………………………………………….. 37
c.Fungsi Menu pada Program Aplikasi……………………………………… 39
d.Penginisialisasian PPI 8255…………………………………………………… 40
2. Prisip Kerja Alat………………………………………………………………………. 41
3. Kriteria Pengujian Alat…………………………………………………………….. 46
a. Pengujian Rangkaian Sensor Modul Kartu…………………………… 46
1.)Pengujian Rangkaian Lampu Indikator…………………………….. 46
2.)Pengujian Rangkaian Sensor Optocoupler………………………… 47
b. Pengujian Program Fungsi Database……………………………………. 49
1.)Pengujian Program Penyimpanan Data Absensi………………… 49
2.)Pengujian Progran Penambahan, Penghapusan,
Pengubahan dan Penampilan Data…………………………………… 51
c. Pengujian Kinerja Alat………………………………………………………… 52

BAB IV HASIL PENELITIAN
A.Hasil Pengujian Alat………………………………………………………………….. 53
1.Hasil Pengujian Rangkaian Sensor Modul Card……………………. 53
a.Hasil Pengujian Rangkaian Lampu Indikator…… 53
b.Hasil Pengujian Rangkaian Sensor Optocoupler
…………………………………………………………………….. 53

1.Hasil Pengujian Program Fungsi Database………….. 54
a.Hasil Pengujian Program penyimpanan Data
Absensi…………………………………………………………. 54
b.Hasil Pengujian Program Penambahan,
Penghapusan, Pengubahan, dan Penampilan
Data……………………………………………………………… 55
2.Hasil Pengujian Kinerja Alat………………………………… 55
A.Pembahasan Hasil Pengujian…………………………………….. 55
1.Pembahasan Hasil Pengujian Rangkaian Sensor
Modul Card………………………………………………………… 55
2.Pembahasan Hasil Pengujian Program Fugsi
Database……………………………………………………………. 57
3.Pembahasan Hasil Pengujian Kinerja Alat……………. 58
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A.Kesimpulan………………………………………………………………………………… 60
B.Implikasi……………………………………………………………………………………. 61
1.Implikasi Bidang Keteknikan…………………………………………………. 61
2.Implikasi Bidang Pendidikan…………………………………………………. 61
C.Saran………………………………………………………………………………………… 62
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………… 63
LAMPIRAN………………………………………………………………………………………………….. 65




A.Kajian Teoritis
1. Pendataan Kehadiran Siswa
Kehadiran menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah adanya (seseorang, Sekumpulan orang) pada suatu tempat.Maka kehadiran di kelas dapat diartikan sebagai adanya siswa di kelas.
Pendataan kehadiran siswamasih banyak dilakukan secara konvensional yaitu memanggil siswa secara satu per satu,namun pada beberapa sekolah sudah menggunakan sensor barcode atapun magnetik untuk sistem pendataan siswanya.
2.Rangkaian Sensor Modul Kartu
Sensor modul kartu merupakan sensor yang digunakan untuk membaca data yang terdapat pada kartu.
a.Optocoupler
Merupakan gabungan dari komponen pemancar cahaya (sumber cahaya) dan penerima cahaya (komponen yang sensitif terhadap cahaya) . Komponen sumber cahaya dapat berupa lampu pijar ataupun lampu LED. Sedangkan komponen penerima cahaya berupa chip silicon seperti photodiode,phototransistor,thyristor ataupun triac.
b.Buffer 74244
IC 74244 merupakan jenis IC oktal tristate bus buffer (buffer satu arah), IC ini berfungsi sebagaiperantara atau penyaring data input. IC 74244 terdiri dari dua pasang input output 4 bit dengan satu kontrol untuk setiap pasangnya. Kontrol ini aktif jika berlogika nol(low).
3.Rangkaian Interface
a.PPI 8255
PPI(Progammable Periphral Interface) 8255 merupakan sebuah komponen antarmuka yang melakukan komunikasi data secara paralel dengan input dan output.
b.Pengalamatan port I/O
Pengaturan alamat I/O atau pemetaan alamat I/O dirancang untuk perancangan computer untuk membagi-bagikan alamat sesuai dengan kebutuhan komponen I/O.
C, IC 7468 sebagai dekode alamat
IC 7468 merupakan sebuah IC komparator kesamaan 8 bit ( 8 bit equal comparator) dengan satu input kontrol (G=gate).
4.Bahasa Pemrograman Visual Basic
Komunikasi dengan komputer dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman komputer, selalu salah satunya ialah pemrograman Visual Basic.
a.Microsoft Visual Basic 6.0
Visual Basic 6.0 menyediakan fasilitas yang memungkinkan penyusunan sebuah program dengan memasang objek-objek grafis dalam sebuah form.
b.Prosedur Pembuatan Program
Ada tiga macam yaitu:
1) Sub procedure; yaitu prosedur yang tidak akan mengembalikan suatu nilai
2) Function procedure; yaitu procedure yang akan mengembalikan suatu nilai
3) Property procedure; yaitu prosedur yang dapat mengembalikan atau menerima nilai serta mengatur referensi untuk objek.
c.Event-Driven dan Kontrol Visual Basic
Program windows disebut program even driven. Hal ini kebalikan dari program prosedur yang berbasis teks. Event merupakan suatu kejadian yang akan diterima oleh objek.
d.Kontrol ADO(Control ActiveX Object)
adalah model database yang terbaru dari Microsoft. ADO memberikan keleluasaan kepada programmer Visual Basic untuk menggunakan standar set objek yang mengacu pada beberapa sumber OLE DB.
e.Database
Database diartikan sebagai sebuah komponen informasi yang mempunyai hubungan tertentu. Aplikasinya dapat dibuat dengan menggunakan berbagai pemrograman database seperti MS Acess.dBase,FoxPro.Lotus dan lain-lain.
f.Data Report
Data Report adalah fasilitas program(module) yang disertakan pada aplikasi Visual Basic 6.0 untuk membuat suatu laporan dimana sumber datanya berasal daridata environment designer(DEO).

5.Kerangka Berfikir
Pembuatan alan pendataan kehadiran siswa di kelas dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Alat ini terdiri dari beberapa bagian yaitu rangkaian sensor modul kartu,rangkaian interface,PC dan sebuah database. Diharapkan alaet ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan khusunya dibidang keteknikan.

DAFTAR PUSTAKA

Barmawi, Malvino. Prinsip-prinsip Elektronika, Jakarta: Erlangga, 1985.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar BahasaIndonesia, Jakarta; Balai Pustaka, 1988.
Pandia, Henry. Visual Basic 6.0 Tingkat Lanjut, Yogyakarta: ANDI Yogyakarta, 2002.
Okianti, Dani. Panduan Belajar Microsoft Visual Basic 5.0, Jakarta: Elex Media Komputindo, 1997.
Tokheim, Roger L. Prinsip-prinsip Digital Edisi Kedua, Jakarta: Erlangga. 1994.

BAHASA INDONESIA
M.NING ISKANDAR
5215083427
PEND.TEKNIK ELEKTRONIKA



DI POST KAN OLEH ERNA SELVIYANTI 5215080282

Tidak ada komentar:

Posting Komentar