KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR PELAJARAN ILMU LISTRIK DENGAN SIKAP HEMAT ENERGI LISTRIK DI RUMAH TANGGA PADA SISWA SMK




ERNA SELVIYANTI

5215080282

Universitas Negeri Jakarta

S1 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK. Di samping itu juga untuk mengetahui besar koefisien determinasi hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik terhadapa sikap energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK.Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu hasil belajar pelajaran Ilmu listrik sebagai variabel bebas dan sikap hemat energi listrik dirumah tangga sebagai variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan jenis korelasional dan metode pengambilan sampel yang digunakan cluster sampling. Adapun jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 orang siswa dari seluruh kelas satu program studi listrik instalasi.

Dalam penelitrian ini ada dua data yaitu data hasil pelajaran Ilmu Listrik berupa data sekunder yaitu data yang diambil dari rata-rata nilai evaluasi hasil belajar tiap catur wulan, dan data sikap hemat energi listrik di rumah tangga di dapat dari pemberian kuesioner pada siswa, kuesioner tersebut berupa instrumen skala sikap tipe likert sebanyak 40 butir pertanyaan dengan rentang skor 1 sampai 5. Koefisien realibitas instrumen ini dihitung dengan metode analisis varians tiap item menggunakan rumus alfa cronbach, di dapat harga 0,825 saat uji coba, setelah dilakukan analisis item dengan model ”Croterion of Internal Consistenci”, di dapat 30 butir pernyataan skala sikap untuk penelitian. Koefisien realibitas saat penelitian 0,888.

Pengujian normalitas data, menggunakan uji Kolmogorov Smirnov pada data hasil belajar pelajaran ilmu listrik diperoleh A maksimum 0,148 dan instrumen skala sikap 0,105 semua nilai tersebut berada dibawah harga D tabel, yaitu 0,192 pada D (0,05)(50), berarti semua populasi berdistribusi normal. Besarnya koefisien korelasi dihitung dengan Product Moment dan diperoleh harga 0,469 dan besar koefisien determinasi adalah 22%. Pengujian keberartian koefisien korelasi dengan perhitungan uji-t signifikansi α=0,05. Dari hasil tersebut ternyata hipotesis nol yang menyatakan tidak ada hubungan yang positif antara hasil belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga di tolak pada α=0,05. Artinya terdapat suatu hubungan berbanding lurus antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa smk, hal ini peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran ilmu listrik akan diikuti oleh peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran ilmu listrik akan diikuti oleh peningkatan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa smk kearah yang positif.



Latar Belakang


Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang penting dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya. Segala bentuk upaya dalam kehidupan manusia berkembang melalui proses pendidikan. Bukti yang dapat kita peroleh bahwa pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting yaitu dengan dirumuskannya tujuan pendidikan nasional dalam Garis Garis besar haluan Negara tahun 1993.Kegiatan pendidikan adalah kegiatan

mencapai manusia Indonesia yang memiliki karakteristik seperti dijelaskan pada rumusan tujuan pendidikan nasional. Belajar merupakan kegiatan yang tidak lepas dari kehidupan manusia.

Pelajaran Ilmu listrik merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan yang bertujuan agar siswa mampu menggunakan konsep ilmu listrik untuk meganalisis rangkaian listrik. Siswa smk setelah mengikuti pelajaran Ilmu Listrik diharapkan selain dapat menyelesaikan persoalan tentang kelistrikan dalam kontek belajar mengajar disekolah juga harus dapat cepat tanggap terhadap fenomenakelistrikan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pemakaian energy listrik di rumah tangga, dapat diilustrasikan dengan sikap siswa dapat memilih peralatan listrik yang lebih hemat dalam mengkonsumsi energy listrik dengan didasari oleh pengetahuan yang didapat dari belajar pelajaran ilmu listrik.

belajar mengajar yang berlangsung didalam kelas. Dua kegiatan tersebut yaitu kegiatan belajar mengajar ditujukan untuk dapat dari pelajaran ilmu listrik.

Program penghematan energy sangat perlu mengikutsertakan semua lapisan masyarakat dan golongan dengan dilakukan secara terus menerus, kesadaran dan budaya hemat energy pada setiap anggota masyarakat dan para pelaku bisnis atau industry menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Energi listrik merupakan salah satu energy sekunder, karena keberadaan energy listrik berasal dari energy lain yang di ubah melalui proses teknologi yang dihasilkan oleh pembangkit-pembangkit tenaga listrik . seperti ; PLTA, PLTG, PLTD, PLTN, PLTPB dan lain-lain. Sektor listrik memegang peranan kunci bagi keseimbangan konsumsi energy di masa mendatang sebab pola konsumsi energy masyarakat semakin lama semakin bergeser ke listrik.

Selama periode 1980-1992 konsumsi listrik meningkat sebesar 13,7% per tahun atau sekitar 2 kali lebih cepat dari laju pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian bersikap hemat dalam pemakaian energy listrik berarti juga bersikap hemat energy secara umum, dengan menimbang pemakaian energi listrik digunakan di berbagai sector, misalnya: industry, rumah tangga, perkantoran, transportasi dan lain-lain.

Penghematan energy listrik dapat dilakukan melalui pendekatan langsung dengan para pengguna energi listrik itu sendiri. Para siswa disekolah merupakan salah satu komponen pengguna energy listrik seperti pada sector rumah tangga. Dengan demikian, kesadaran budaya hemat energy listrik semestinya sudah ditanamkan sedini mungkin kepada anak didik melalui jalur pendidikan sekolah dengan cara mengintegrasikan materi konservasi energi secara umum dan energy listrik secara khusus kedalam kurikulum Pendidikan Sekolah kejuruan Program studi Listrik Instalasi.

Di sekolah menegah Kejuruan (SMK) Program studi Listrik Instalasi, pembekalan materi tentang energi dituangkan dalam mata pelajaran Fisika dan Kimia, sedangkan pembahasan lebih khusus mengenai energi listrik beserta pengembangan dan pengapliasiannya terdapat dalam matapelajaran-matapelajaran tentang kelistrikan, satu diantaranya adalah mata pelajaran Ilmu Listrik yang diberikan pada catur wulan I,II, dan III. Mata pelajaran Ilmu Listrik adalah kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan.

Atas dasar itulah penulis ingin mengetahui sejauh mana hubungan antara hasil belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energy listrik pada siswa SMK? Oleh karena itu penulis mengambil judul :”Korelasi Antara Hasil Belajar Pelajaran Ilmu Listrik dengan Sikap Hemat Energi Listrik di Rumah Tangga pada siswa SMK”.


Permasalahan


Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Apakah terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energy listrik di rumah tangga pada siswa SMK?


Kajian Teoritik

Hakikat Hasil Belajar Pelajaran Ilmu Listrik

Pelajaran Ilmu listrik adalah salah satu mata pelajaran proram kejuruan merupakan kumpulan bahan kajian dan pelajaran tentang ilmu dasar kelistrikan, sehingga pelajaran Ilmu listrik merupakan modal dasar bagi siswa program studi listrik instalasi untuk mempelajari mata pelajaran program kejuruan selanjutnya.

Hasil belajar pelajaran ilmu listrik adalah kemampuan yang dimiliki siswa berupa pengetahuan siswa tentang dasar kelistrikan, sikap tanggap siswa terhadap fenomena kelistrikan di lingkukngan sekittarnya dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan hal yang berkaitan dengann masalah kelistrikan.

Materi pelajaran ilmu listrik mencakup tentang ; (1) sumber arus listrik, (2) rangkaian arus searah, (3) elektrostatika, (4) rangkaian magnet, (5) induksi electromagnet, (6) rangkaian arus bolak balik, (7) rangkaian arus bolak balik 1 fasa, (8) daya dan perbaikan factor daya, (9) impedansi majemuk, (10) rangkaian fasa banyak.

Jika dikaitkan dengan konsep sikap hemat energy listrik sehari-hari dirumah tangga, sub pokok bahasan usaha, energy, daya, siswa smk program studi listrik Instalasi diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari denbgan bersikap hemat energy listrik di rumah tangga, seperti berikut:

  1. Selektif dalam pemilihan peralatan listrik.
  2. Mengatur dan merencanakan pemakaian peralatan listrik di rumah tangga
  3. Mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dari sumber listrik.
  4. Bertanggung jawab dan mengevaluasi pemaikaian energy listrik.

Pada sub pokok bahasan macam-macam sumber energy listrik dibahas tentang macam-macam sumber energy, anrtara lain;

  1. Elemen Elektro Kimia
  2. Akumulator

a. Akumulator Timbel

b. Akumulator Alkali

  1. Elemen kering
  2. Termo Elemen
  3. Solar sel
  4. Generator

a. Generaor AC

b. Generator DC

Hakikat Sikap Hemat Energi Listrik

Pengertian sikap menurut Thomas dan Znaniecki yang dikutip oleh Winamo Surakhmad dan Ellya Roose H.N adalah proses mental yang berlaku individual, yang menentukan respons-respons baik yang nyata ataupun yang potensial dari pada setiap orang yang berada dalam kehidupan sosial.

Hal ini dijelaskan pula oleh Sarlito Wirawan Sarwono bahwa sikap bersifat positif dan bersifat negatifSikap tidak dibawa sejak lahir , melainkan dipelajari dan dibentuk melalui pengalaman-pengalaman, karena sikap dipelajari m,aka sikap dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan disekitar individu yang bersangkutan pada saat-saat yang berbeda.

Sikap dapat terbentuk atau berubah melalui beberapa cara, antara lain ialah integrasi. Pembentuk sikap disini terjadi secara bertahap dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut. Seorang anggota keluarga sering mendengar atau melihat iklan layanan masyarakat berupa himbauan dari pemerintah unutuk senantiasa hemat energy, lalu sering membaca buku tentang kelistriuikan atau jika ia seorang siswa SMK Progranm Studi Listrik Instalasi akan mendapat pelajaran tentang kelistrikan. Setelah beberapa waktu maka dalam diri orang tersebut timbul sikap berhati-hati dalam pemakaian listrik sehari-hari. Ini berarti telah timbul sikap positif dalam dirinya.

Sehingga dikaitkan dengan sikap hemat energy listrik akan berupa usaha untuk menggunakan energi listrik secara hati-hati atas dasar kehendak sendiri dengan mempertimbangkan kondisi sumber energy saat ini dan masa yang akan dating.

Hemat menurut Prof sutan Muhammad Zam dan Prof. Dr. Jus badudu berarti ; irit, tidak boros memakai, teliti, penuh pertimbangan. Menghemat artinya memakai sesuatu secara penuh pertimbangan atau berhati-hati supaya tidak lekas habis atau rusak.

Sedangkan energy berarti tenaga atau kekuatan atau kapasitas untuk melakukan dan meghasilkan gerak. Adapun energy listrik adalah tenaga yang dihasilkan oleh listrik, dan listrik sendiri terjadi karena adanya perpindahan electron suatu atom ke atom lain dari suatu zat.

Penghematan Energy Listrik di Rumah Tangga

Dalam buku Panduan Teknik Konservasi Energi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertambangan dan energy tahun 1994, dijelaskan secara rinci langkah-langkah penghematan energy pada sector rumah tangga sebagai berikut:

  1. Penerangan
  2. Lemari Es
  3. Setrika Listrik
  4. Pompa air
  5. AC dan kipas angin
  6. Mesin Cuci
  7. Rice cooker

Metodologi Penelitian

Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah descriptip dan jenis studi korelasional, yaitu mencari hubungan antara hasil

belajar pelajaran ilmu listrik dengan sikap hemat energy listrik dirumah tangga. Untukmemperoleh data menggunakan data dalam penelitian ini menggunakan hasil evaluasi belajar tiap catur wulan pelajaran mata pelajaran Ilmu Listrik dan angket sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Variabel Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah disebutkan di atas, maka variable-variabel dalam penelitian ini adalah; Hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dan sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Sebagai variable terikat adalah sikap hemat energy listrik di rumah tangga siswa sedangkan variable bebasnya adalah hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik oleh siswa.

Hasil Penelitian

Variabel hasil belajar pelajaran ilmu listrik

Data tentang hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik merupakan data sekunder yang diambil dari nilai rata-rata siswa tiap catur wulan dan diperoleh hasil sebagai berikut;

1. Skor tertinggi 7,33 dan terendah 5,00.

2. Mean atau nilai rata-rata sebesar 5,797

3. Modus 5,51

4. Media atau nilai tengah sebesar 5,471

Simpangan baku sebesar 0,509.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik dengan sikap hemat energy listrik dirumah tangga, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Terdapat suatu hubungan berbanding lurus antara hasil belajar pelajaran ilmu listtrik dengan sikap hemat energi listrik di rumah tangga pada siswa SMK. Hal ini peningkatan yang terjadi pada hasil belajar pelajaran Ilmu Listrik akan diikuti oleh peningkatan sikap hemat energy listrik di rumah tangga kea rah yang positif.

Secara statistic berhasil dibuktikan terdapat hubungan antara hasil belajar pelajaran Ilmu Listriuik dengan sikap hemat energy listrik di rumah tangga pada siswa SMK, namun peneliti sadar bahwa sikap hemat energi listrik di rumah tangga tidak hanya di pengaruhi oleh hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Listrik, melainkan hubungan dari masing-masing unsure sikap dan interaksi siswa dengan berbagai komponene yang mendukung sikap hemat energy listrik di rumah tangga.

Meskipun demikian, melalui penelitian ini setidaknya telah berhasil membuktikan bahwa hasil belajar peljaran Ilmu Listrik merupakan salahsatu factor yang mempengaruhi sikap hemat energy Listrik di rumah tangga pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan.


Kepustakaan

Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi, Cara-Cara Penghematan Energi di Rumah Tangga, Jakarta : 1995

Azwar, Saifudin, Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka, 1995

Willis, ratna, Teori-teori Belajar, Jakart : Erlangga, 1991

Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara,1996

Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, GBPP Program Studi Listrik Instalasi, Buku II, Jakarta : Depdikbud,1993

Kadir , Abdul, Energi, Sumber Daya, Inovasi, Tebaga Listrik dan Potensi Ekonomi, Jakarta : Universitas Indonesia,1995


Muhammad zam, Sutan dan Jus Badudu, kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Pustaka Sinar, 1996



Selasa, 31 Maret 2009

TUGAS BI 4 ISKANDAR




SISTEM ABSENSI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN PPI 8255 DAN VISUAL BASIC 6.0
OLEH : ANGGA GUNARA
TUGAS BAHASA INDONESIA 4
ASPEK PENALARAN


DI SUSUN OLEH:

M.NING ISKANDAR

5215083427

TEKNIK ELEKTRO

PEND.TEKNIK ELEKTRONIKA

2008

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

JL.RAWAMANGUN MUKA

JAKARTA TIMUR

13220


SISTEM ABSENSI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN PPI 8255 DAN VISUAL BASIC 6.0

ANGGA GUNARA

5215012386

Skripsi ini Ditulis Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan



JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKILTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2006


DAFTAR ISI


ABSTRAK………………………………………………………………………………………. i

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI……………………………… ………………….. ii

LEMBAR PERSEMBAHAN……………………………………………………………….. iii

KATA PENGANTAR……………………………………………………… ………………. iv

DATFAR ISI………………………………………………………………………………….. v

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………… ………………….. vii

DAFTAR TABEL………………………………………………………………………….. viii

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………………… ix

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Maslah…………………………………………………………………. 1

B.Identifikasi Maslah……………………………………………………………………….. 5

C.Pembatasan Masalah……………………………………………………………………. 6

D.Perumusan Masalah…………………………………………………………………….. 7

E.Kegunaan Penelitian…………………………………………………………………………… 7

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA BERFIKIR

A.Kajian Teoritis……………………………………………………………………………….. 8

1. Pengenalan Komputer……………………………………………………………….. 8

2. Siklus Pengolahan Data…………………………………………………………….. 9

3. Perangkat Antarmuka dan Kegunaanya……………………………………… 11

4. Slot ISA ……….……………………………………………………………………………. 12

5. Input/Output Mapping pada Komputer……………………………………….. 13

6. IC PPI 8255………………………………………………………………………………….. 14

7. Pengaturan Mode……………………………………………………………………….. 16

8. IC Decoder 74L138……………………………………………………………………… 20

9. Visual Basic 6.0…………………………………………………………………………… 21

10. Keypad……………………………………………………………………………………….. 23

11. LED…………………………………………………………………………………………….. 24

B. Kerangka Berfikir…………………………………………………………………………… 25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

  1. Tujuan Operasional Penelitian……………………………………………………… 28

  2. Tempat dan Waktu Penelitian…………………………………………………….. 28

  3. Metode Penelitian………………………………………………………………………. 28

  4. Instrumen Penelitian…………………………………………………………………… 29

  5. Pelaksanaan Penelitian………………………………………………………………… 29

  6. Kriteria Keberhasilan……………………………………………………………………. 33

BAB IV HASIL PENELITIAN

  1. Hasil Penelitian……..………………………………………………………………….. 41

  1. Hasil Pengujian Rangkaian Pengalamatan……………………………. 41

  2. Hasil Pengujian Program Data Masukan ( Input )…………………. 41

  3. Hasil Pengujian Program Data Keluaran ( Output )………………. 43

  4. Hasil Pengujian Daya Output……………………………………………….. 44

  5. Pengujian Sistem Secara Keseluruhan………………………………….. 45

  1. Analisa Hasil Pengujian………………………………………………………………. 46

  2. Kelebihan dan Kekurangan Alat…………………………………………………. 46

  1. Kelebihan Alat…………………………………………………………………….. 46

  2. Kekurangan Alat………………………………………………………………….. 46

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………………… 47

  2. Implikasi……………………………………………………………………………………… 48

  3. Saran…………………………………………………………………………………………… 49

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………… 51

LAMPIRAN……………………………………………………………………………………………………. 52

UCAPAN TERIMA KASIH…………………………………………………………………………………. 53

DAFTAR RIWAYAT HIDUP………………………………………………………………………………. 54




ASPEK PENALARAN

Penalaran Induktif

(hubungan sebab - akibat)

  1. Tuntutan pendidikan yang wajib kita jalani semakin tinggi, semakin maju teknologi yang ada disekitar kita.

*Perbaikan pada kalimat diatas tidak menyatakan sebab akibat melainkan hubungan akibat – sebab seharusnya semakin tinggi, semakin maju teknologi yang ada disekitar kita maka semakin tinggi pula tuntutan pendidikan yang wajib kita jalani.

  1. Kurang efektif dan menggangu proses perkuliahan di saat kita sedang mendengar dan memperhatikan pengajaran yang sedang berlangsung merupakan akibat dari perkuliahan yang absensi kehadirannya secara manual yaitu dengan menggunakan secarik kertas.

*Perbaikan pada kalimat diatas tidak menyatakan sebab akibat melainkan hubungan akibat – sebab seharusnya, perkuliahan yang absensi kehadirannya secara manual yaitu dengan menggunakan secarik kertas hal ini dirasa Kurang efektif dan menggangu proses perkuliahan di saat kita sedang mendengar dan memperhatikan pengajaran yang sedang berlangsung.

3) Terjadinya kecurangan dalam pengabsenan mahasiswa yang tidak hadir, disebabkan

oleh kapasitas mahasiswa yang melebihi batas.

*Perbaikan pada kalimat diatas tidak menyatakan sebab akibat melainkan hubungan

akibat – sebab seharusnya, jika kapasitas mahasiswa yang kuliah melebihi

batas maka akan terjadi kecurangan dalam pengabsenan mahasiswa yang

tidak hadir.

  1. Sebagai tanda bahwa kita telah menghadiri suatu perkuliahan layar komputer akan menampilkan nama kita, waktu datang mahasiswa, tanggal serta mata kuliah maupun jurusan, hanya dengan menekan kode nomor registrasi mahasiswa pada tombol keypad yang telah di tempatkan di depan pintu kelas atau dekat komputer.

* Perbaikan pada kalimat diatas tidak menyatakan sebab akibat melainkan hubungan akibat – sebab seharusnya, hanya dengan menekan kode nomor registrasi mahasiswa pada tombol keypad yang telah di tempatkan di depan pintu kelas atau dekat computer maka secara otomatis layar komputer akan menampilkan nama kita, waktu datang mahasiswa, tanggal serta mata kuliah maupun jurusan sebagai tanda bahwa kita telah menghadiri suatu perkuliahan.


GENERALISASI

  1. Sistem komputerisasi dapat dijadikan alat teknologi masa kini untuk menggantikan secarik kertas untuk melakukan pendataan mahasiswa seiring dengan berkembangnya teknologi.

*Perbaikan kalimat diatas menjelaskan secara khusus ke umum, jadi seharusnya umum

ke khusus ( merinci ) menjadi, seiring dengan berkembangnya teknologi sistem

komputerisasi dapat dijadikan alat teknologi masa kini untuk menggantikan secarik

kertas untuk melakukan pendataan mahasiswa.

  1. Program database, program grafis, dan lain sebagainya merupakan program aplikasi pada lingkungan sistem operasi windows dalam bahasa pemograman yang dapat digunakan untuk menyusun dan membuat program aplikasi yaituMicrosoft visual basic 6.0.

* Perbaikan kalimat diatas menjelaskan secara khusus ke umum, jadi seharusnya umum ke khusus ( merinci ) menjadi, Microsoft visual basic 6.0 sebagai salah satu bahas pemograman yang digunakan untuk menyusun dan membuat program aplikasi pada lingkungan sistem operasi windows yang aplikasinya dapat berupa program database, grafis dan lain sebagainya.

7) Menerima input, memproses input, menyimpan perintah – perintah, dan menyediakan

output dalam bentuk informasi adalah tugas dari alat elektronik yang disebut komputer.

* Perbaikan kalimat diatas menjelaskan secara khusus ke umum, jadi seharusnya umum

ke khusus ( merinci ) menjadi, komputer dalah alat elektronik yang mampu

melakukan beberapa tugas sebagai berikut : Menerima input, memproses

input, menyimpan perintah – perintah, dan menyediakan output dalam

bentuk informasi.

SILOGISME


8) Tugas sama halnya seperti absensi perkuliahan ( premis mayor )

Absensi perkuliahan menentukan kelulusan mahasiswa ( premis minor )

Tugas juga menentukan kelulusan mahasiswa ( kesimpulan )

*Perbaikan silogisme diatas terbalik posisi antara premis mayor dan minor seharusnya,

Absensi perkuliahan menentukan kelulusan mahasiswa ( premis mayor )

Tugas sama halnya seperti absensi perkuliahan ( premis minor )

Tugas juga menentukan kelulusan mahasiswa ( kesimpulan ).


9) Mata kuliah 3 sks meliputi tatap muka 24 kali pertemuan ( premis mayor )

Fisika mata kuliah 3 sks ( kesimpulan )

Fisika meliputi tatap muka 24 kali pertemuan ( premis minor )

*Perbaikan silogisme diatas terbalik posisi antara premis minor dan kesimpulan

seharusnya,Mata kuliah 3 sks meliputi tatap muka 24 kali pertemuan (

premis mayor )

Fisika mata kuliah 3 sks ( premis minor )

Fisika meliputi tatap muka 24 kali pertemuan ( kesimpulan ).

10) Input, processing, dan output merupakan proses pengolahan data ( premis

minor)

Tiga tahapan dasar meliputi input, processing, dan output ( premis mayor )

Tiga tahapan dasar merupakan proses pengolahan data ( kesimpulan )

*Perbaikan silogisme diatas terbalik posisi antara premis minor dan premis mayor

seharusnya,Input, processing, dan output merupakan proses pengolahan data

( premismayor )

Tiga tahapan dasar meliputi input, processing, dan output ( premis minor )

Tiga tahapan dasar merupakan proses pengolahan data ( kesimpulan ).



DAFTAR PUSTAKA

Razaq, Abdul, ( 2004 )., Belajar Cepat Visual Basic 6.0. Surabaya: Indah.

Daryanto, ( 2003 )., Belajar Komputer Visual Basic, Bandung : Yrama Widya.

Sutadi, Dwi, ( 2003 )., I/O Bus & Motherboard, Yogyakarta : Andi Offset.

Prasetia Ratna, Catur, E.W, ( 2004 )., Interfacing Port Paralel dan Port Serial Komputer dangan Visual Basic 6.0, Yogyakarta: Andi Offset.

Hartono, Jogiyanto, ( 1999 )., Pengenalan Komputer. Yotakarta : Andi Offset.

Suhata, ( 2005 )., VB Sebagai Pusat Kendali Peralatan Elektronik, Jakarta : Elek Media Komputindo.


SELESAI~


DI POSTKAN OLEH ERNA SELVIYANTI 5215080282









Tidak ada komentar:

Posting Komentar